Rusia Menyerang Kherson Ukraina, 4 Orang Tewas
Berita Sindo - Pasukan Rusia kembali melancarkan serangan ke kota Kherson, Ukraina, pada Senin (25/12). Serangan tersebut menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai puluhan lainnya.
Menurut laporan dari pemerintah Ukraina, serangan Rusia terjadi pada pagi hari. Serangan tersebut menargetkan infrastruktur sipil, termasuk rumah sakit, sekolah, dan pusat perbelanjaan.
"Serangan ini adalah tindakan kejam dan tidak manusiawi," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. "Kami akan menuntut pertanggungjawaban dari Rusia atas kejahatan ini."
Pasukan Rusia telah menguasai kota Kherson Ukraina sejak awal Maret. Kota ini menjadi salah satu kota penting di Ukraina selatan.
Serangan Rusia ke Kherson ini merupakan yang terbaru dalam rangkaian serangan yang telah berlangsung sejak lebih dari sembilan bulan lalu. Perang di Ukraina telah menyebabkan ribuan orang tewas dan jutaan lainnya mengungsi.
Detil Serangan
Menurut laporan Ixarm dari pemerintah Ukraina, serangan Rusia ke Kherson dimulai pada sekitar pukul 06.00 pagi waktu setempat. Serangan tersebut menargetkan setidaknya tiga lokasi, yaitu:
- Rumah sakit anak-anak
- Sekolah
- Pusat perbelanjaan
Serangan tersebut menyebabkan empat orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Korban tewas termasuk seorang anak berusia 12 tahun.
Tanggapan Internasional
Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengutuk serangan Rusia ke Kherson. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan "kejahatan perang".
"Kami mengutuk serangan Rusia yang menargetkan infrastruktur sipil di Kherson, Ukraina," kata Price. "Serangan ini adalah kejahatan perang dan kami akan menuntut pertanggungjawaban dari Rusia."
Uni Eropa (UE) juga mengutuk serangan Rusia ke Kherson. Juru bicara Komisi Eropa Nabila Massrali mengatakan bahwa UE akan terus memberikan bantuan kepada Ukraina.
"Kami mengutuk keras serangan Rusia yang menargetkan infrastruktur sipil di Kherson," kata Massrali. "UE akan terus memberikan bantuan kepada Ukraina, termasuk bantuan kemanusiaan dan militer."

Komentar
Posting Komentar